Penerima Beasiswa LPDP Minta Maaf Usai Publikasikan Pernyataan Viral tentang Kewarganegaraan Anak
Jakarta, Indonesia – Seorang alumni penerima beasiswa menuai perhatian publik setelah pernyataannya terkait kewarganegaraan anaknya menjadi viral di media sosial. Akhirnya, yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Indonesia pada Jumat (20/2/2026).
Alumni tersebut, bernama Dwi Sasetyaningtyas atau biasa disapa Tyas, mengakui bahwa pemilihan kata dalam unggahannya kurang tepat dan berpotensi menyinggung banyak pihak. Dalam klarifikasinya, ia menyatakan pernyataannya dilatarbelakangi oleh rasa kecewa dan frustasi yang dialaminya, namun menyadari bahwa cara penyampaiannya tidak tepat serta tidak sejalan dengan nilai kebangsaan yang dijunjung tinggi.
Permohonan maaf ini muncul setelah unggahan video yang memperlihatkan dokumen resmi bahwa salah satu anaknya telah menjadi warga negara Inggris. Dalam video tersebut, ia mengatakan “cukup saya saja yang WNI, anak-anakku jangan,” yang kemudian memicu kritik luas dari warganet di media sosial.
Respons dari berbagai kalangan pun bermunculan, termasuk kritik dari pakar yang menyoroti kewajiban moral dan etika publik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap penerima beasiswa, terutama yang dibiayai oleh dana negara. Menurut pakar, keputusan terkait kewarganegaraan anak harus mempertimbangkan hak dan kepentingan anak sebagai individu, bukan sekadar preferensi pribadi.
Sementara itu, pihak Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyayangkan insiden tersebut dan menilai tindakan yang viral tidak mencerminkan nilai integritas, etika, serta profesionalisme yang diharapkan dari penerima beasiswa. LPDP menyatakan akan terus melakukan komunikasi dan pembinaan agar penerima program lebih bijak dalam berkomunikasi di ruang publik.
Kasus ini juga memicu sorotan dari wakil rakyat yang mendesak pemerintah untuk mengevaluasi mekanisme pengawasan dan penegakan aturan beasiswa, terutama berkaitan dengan kewajiban kontribusi dan pengabdian kepada Indonesia yang telah disepakati oleh penerima beasiswa LPDP.
Permintaan maaf Tyas diharapkan dapat menjadi refleksi bagi khalayak tentang pentingnya sensitivitas publik serta tanggung jawab moral dalam menyampaikan pandangan, terutama bagi penerima fasilitas publik seperti beasiswa pemerintah.

Posting Komentar untuk "Penerima Beasiswa LPDP Minta Maaf Usai Publikasikan Pernyataan Viral tentang Kewarganegaraan Anak"