Pemerintah Pastikan MBG Tetap Berlanjut Selama Ramadan dengan Mekanisme Baru
JAKARTA — Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilaksanakan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, namun dengan pengaturan skema pembagian yang menyesuaikan kondisi masyarakat yang berpuasa maupun tidak menjalankan puasa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan program MBG akan terus berjalan seperti kondisi hari biasa, tetapi pemerintah melakukan penyesuaian mekanisme agar pelayanan tetap tepat sasaran tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa bagi peserta didik Muslim.
Menurut Zulhas, untuk sekolah di wilayah mayoritas Muslim, makanan MBG akan disediakan dalam bentuk menu kering yang tahan dikonsumsi saat berbuka puasa nanti. Sedangkan sekolah di daerah yang mayoritas tidak menjalankan puasa akan menerima layanan MBG seperti biasa, berupa makanan siap santap.
Penyesuaian juga diterapkan di lingkungan pesantren, di mana waktu pembagian MBG digeser ke sore hari agar makanan bisa dikonsumsi menjelang waktu berbuka puasa. Sementara itu, kelompok penerima seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap menerima layanan MBG secara normal, karena mereka tidak menjalankan kewajiban puasa dan tetap memerlukan asupan gizi seimbang.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skema penyaluran MBG yang disesuaikan dengan masing-masing kelompok penerima selama Ramadan. Beberapa di antaranya mencakup penyesuaian waktu pengambilan dan bentuk makanan, sehingga mekanismenya dapat mendukung kebutuhan gizi tanpa mengganggu ritme ibadah puasa.
Data terbaru menunjukkan bahwa program MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat di seluruh Indonesia melalui ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Penyesuaian ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas program sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah masyarakat selama bulan Ramadan.

Posting Komentar untuk "Pemerintah Pastikan MBG Tetap Berlanjut Selama Ramadan dengan Mekanisme Baru"