Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jorge Lorenzo Berusaha Menghidupkan Lagi Insting “Pembunuh” Maverick Vinales

Dunia balap kembali menyorot hubungan menarik antara legenda MotoGP, Jorge Lorenzo, dan salah satu pembalap paling berbakat generasinya, Maverick Vinales.

Musim terbaru MotoGP menjadi babak baru bagi Vinales — bukan hanya soal motor dan tim, tetapi soal mentalitas balap.



Dari Bintang Muda ke Pembalap yang Kehilangan Arah

Sejak debutnya, Vinales dikenal sebagai pembalap bertalenta besar. Ia cepat, halus, dan sangat teknis. Banyak yang dulu memprediksi ia akan menjadi juara dunia berkali-kali.

Namun realitanya berbeda.

Dalam beberapa musim terakhir performanya naik-turun. Ia sering cepat saat latihan, tetapi kesulitan menjaga konsistensi saat balapan. Bukan kemampuan yang hilang — melainkan sesuatu yang lebih dalam: mentalitas untuk membunuh lawan di lintasan.

Lorenzo melihat masalah itu bukan pada skill, tapi pada “lapar menang”.

“Dulu dia sangat buas dan benci kalah. Sekarang dia harus menemukan kembali rasa itu.”


Lorenzo Datang Bukan Sebagai Pelatih Biasa

Banyak pelatih mengajari teknik.
Lorenzo datang untuk memperbaiki cara berpikir pembalap.

Menurutnya, pembalap top tidak hanya cepat — mereka obsesif untuk menang.

Ia membantu Vinales:

  • memahami tekanan balapan

  • mengendalikan emosi saat race

  • tetap agresif namun terukur

  • fokus pada kemenangan, bukan sekadar finis bagus

Singkatnya: mengembalikan naluri predator.


Kesempatan Terakhir dalam Karier

Kini Vinales memasuki fase matang sebagai pembalap. Ia bukan lagi rookie. Ia juga bukan veteran yang akan pensiun.

Ia berada di momen paling berbahaya dalam karier:

cukup cepat untuk menang, tetapi waktunya tidak banyak lagi.

Lorenzo percaya 2–3 tahun ke depan akan menentukan apakah Vinales dikenang sebagai:

  • pembalap berbakat yang gagal juara
    atau

  • juara dunia yang terlambat mekar


Masa Depan di KTM?

Saat ini Vinales membalap bersama proyek KTM dan berpeluang naik ke tim pabrikan. Bahkan muncul spekulasi ia bisa menggantikan Pedro Acosta jika performanya meningkat drastis.

Artinya sederhana:
2026 bisa menjadi tahun penentuan kariernya

Posting Komentar untuk "Jorge Lorenzo Berusaha Menghidupkan Lagi Insting “Pembunuh” Maverick Vinales"